Pertanyaan pertama soal website hampir selalu sama: “Berapa sih biayanya?” Jawaban jujurnya: tergantung. Tapi “tergantung” itu bisa dipecah jadi beberapa komponen yang jelas. Artikel ini membahasnya satu per satu, supaya kamu bisa membandingkan penawaran dengan adil, termasuk penawaran dari kami.
Jawaban singkat
Biaya website usaha terdiri dari tiga bagian utama: domain (alamat website), hosting (tempat website disimpan), dan biaya pembuatan (desain, isi, dan pengaturan teknis). Setelah tahun pertama, kamu membayar biaya perpanjangan setiap tahun supaya website tetap aktif.
Yang sering bikin kaget biasanya bukan biaya awal, tapi tagihan di tahun kedua. Sebelum membayar DP ke siapa pun, tanyakan dulu: “Tahun depan saya bayar berapa?”
1. Domain
Domain adalah alamat website, misalnya namausaha.com. Domain .com umumnya sekitar Rp 170–250 ribu per tahun, tergantung tempat membeli dan apakah sedang promo. Ada juga pilihan lain seperti .id, .co.id (perlu dokumen usaha), atau .my.id yang lebih murah tapi terkesan seperti website pribadi.
Dua hal yang perlu kamu perhatikan:
- Harga promo vs harga perpanjangan. Tahun pertama sering murah, tahun berikutnya kembali ke harga normal.
- Atas nama siapa domain didaftarkan. Pastikan atas nama kamu atau usahamu, bukan atas nama penyedia jasa. Domain adalah identitas usahamu di internet, dan seharusnya bisa kamu bawa kalau suatu hari pindah penyedia.
2. Hosting
Hosting adalah “lahan” tempat file website disimpan supaya bisa dibuka orang 24 jam. Harganya sangat bervariasi. Yang perlu diwaspadai: harga hosting murah yang diiklankan biasanya berlaku untuk kontrak awal, kadang harus dibayar beberapa tahun di muka, dan harga perpanjangannya bisa jauh lebih tinggi.
Website yang ringan (tidak memakai banyak plugin) bisa berjalan di hosting modern yang efisien dengan biaya kecil. Website berbasis WordPress dengan tema dan plugin berat biasanya butuh hosting yang lebih kuat, dan itu ikut menaikkan biaya tahunan.
Satu lagi: SSL (ikon gembok di browser) sekarang umumnya sudah tersedia gratis. Kalau ada yang menagih mahal untuk SSL biasa di website usaha kecil, wajar kalau kamu bertanya kenapa.
3. Biaya pembuatan
Ini bagian yang paling bervariasi, karena di sinilah pekerjaan sebenarnya: menyusun isi, mendesain tampilan, memasang tombol WhatsApp dan peta, mengatur domain, lalu mendaftarkan website ke Google. Hal-hal yang memengaruhi harganya:
- Jumlah halaman. Satu halaman (landing page) jelas lebih murah dari website lima halaman.
- Katalog produk. Menyusun puluhan produk dengan foto, harga, dan kategori butuh waktu lebih banyak.
- Fitur khusus. Toko online dengan pembayaran otomatis, sistem login, atau booking dengan kalender jauh lebih mahal dari website informasi biasa.
- Siapa yang menulis isi. Ada penyedia yang hanya memasang teks dari kamu, ada yang membantu menuliskannya.
- Jumlah revisi. Tanyakan berapa kali revisi yang sudah termasuk dalam harga.
4. Biaya perpanjangan
Mulai tahun kedua, kamu tidak membayar biaya pembuatan lagi. Yang dibayar hanya biaya supaya website tetap tayang: domain, hosting, dan kadang biaya pemeliharaan. Angkanya sangat berbeda antar penyedia, dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah per tahun.
Cara paling mudah membandingkan penawaran adalah menghitung total biaya dua tahun: biaya tahun pertama ditambah biaya perpanjangan tahun kedua. Penawaran yang terlihat murah di depan kadang justru lebih mahal kalau dihitung seperti ini.
5. Biaya tersembunyi yang sering tidak disebut
Biaya di bawah ini tidak selalu salah. Yang jadi masalah adalah kalau tidak disebut di awal, lalu muncul setelah kamu terlanjur membayar.
- Kenaikan harga setelah promo. Domain dan hosting murah di tahun pertama, lalu naik di tahun kedua.
- Domain atas nama penyedia. Saat mau pindah, kamu diminta membayar “biaya transfer” atau malah tidak bisa membawa domainmu.
- Biaya ubah isi. Ganti harga atau foto ternyata berbayar, dan tarifnya baru disebut saat kamu minta.
- Tema dan plugin berbayar. Umum di WordPress. Lisensinya ada yang harus diperpanjang tiap tahun.
- Email bisnis. Alamat email seperti halo@namausaha.com kadang dihitung terpisah.
- Revisi tambahan. Revisi yang melebihi jatah ditagih per kali.
- File website tidak diberikan. Kalau berhenti berlangganan, website hilang dan kamu harus membuat dari awal di tempat lain.
- Biaya pemeliharaan bulanan wajib yang tidak dijelaskan isinya.
6. Kisaran harga pasar
Berikut kisaran kasar penawaran jasa website untuk UMKM. Angka ini bukan hasil survei resmi, hanya gambaran umum. Harga sebenarnya sangat bergantung pada penyedia, fitur, dan apa saja yang termasuk.
| Jenis website | Kisaran kasar | Catatan |
|---|---|---|
| Landing page (1 halaman) oleh freelancer | ±Rp 300 ribu – 1,5 juta | Cek apakah domain dan hosting sudah termasuk. |
| Company profile (beberapa halaman) | ±Rp 650 ribu – 3 juta | Perbedaan besar biasanya di kualitas desain, isi, dan biaya tahun kedua. |
| Toko online dengan pembayaran otomatis | Bisa jauh lebih tinggi | Tergantung fitur, integrasi pembayaran, dan pemeliharaannya. |
Harga di ujung bawah tidak selalu buruk, dan harga di ujung atas tidak selalu lebih bagus. Yang penting adalah apa saja yang kamu dapat, dan berapa yang harus kamu bayar setelahnya.
7. Tips memilih penyedia
Sebelum membayar, ajukan pertanyaan-pertanyaan ini. Penyedia yang jujur tidak akan keberatan menjawabnya.
- Berapa total yang saya bayar di tahun kedua? Minta angka pasti, bukan “nanti dikabari”.
- Domain didaftarkan atas nama siapa?
- Boleh lihat contoh hasil kerja di HP? Sebagian besar pelangganmu akan membuka website dari HP, jadi cek tampilannya di sana.
- Berapa lama sampai jadi, dan berapa kali revisi?
- Kalau mau ganti harga atau foto, caranya bagaimana dan berapa biayanya?
- Kalau saya berhenti, file website bisa saya bawa?
- Bagaimana soal Google? Hati-hati dengan janji “pasti halaman satu Google”. Tidak ada yang bisa menjamin itu. Yang wajar adalah website didaftarkan ke Google dan disusun supaya mudah dibaca mesin pencari.
Satu hal lagi yang sering terlupa: website bukan satu-satunya cara muncul di Google. Untuk usaha yang punya lokasi, profil di Google Maps juga penting dan gratis. Panduannya ada di artikel cara daftar usaha di Google Maps.
8. Di mana posisi Saffron Kite
Kami studio web kecil di Batam yang membuat website untuk UMKM. Supaya adil, berikut harga kami dengan cara hitung yang sama seperti di atas. Semua paket sudah termasuk domain .com 1 tahun atas nama kamu, hosting + SSL, tombol WhatsApp, didaftarkan ke Google, dan revisi sampai 3 kali.
| Paket | Tahun pertama | Tahun ke-2 dst. | Total 2 tahun |
|---|---|---|---|
| Starter (1 halaman, jadi 2 hari) | Rp 1,19 juta harga perkenalan Rp 829 ribu | Rp 450 ribu/tahun | Rp 1,64 juta (harga perkenalan Rp 1,28 juta) |
| Bisnis (sampai 5 halaman, ±5 hari) | Rp 2,49 juta harga perkenalan Rp 1,74 juta | Rp 650 ribu/tahun | Rp 3,14 juta (harga perkenalan Rp 2,39 juta) |
| Katalog + order WA (±7 hari) | Rp 3,49 juta harga perkenalan Rp 2,44 juta | Rp 850 ribu/tahun | Rp 4,34 juta (harga perkenalan Rp 3,29 juta) |
Harga perkenalan (hemat 30%) berlaku untuk 3 klien pertama, dengan syarat website boleh kami tampilkan sebagai portofolio dan kamu memberi testimoni singkat setelah selesai. Biaya tambahan juga kami tulis di depan: ubah isi Rp 75 ribu per sekali, langganan update & perawatan Rp 200 ribu per bulan, halaman tambahan Rp 250 ribu, dan Setup Google Maps Rp 350 ribu.
Yang tidak kami kerjakan saat ini: toko online dengan pembayaran otomatis dan panel admin untuk mengubah isi sendiri. Kalau dua hal itu wajib buatmu, penyedia lain mungkin lebih cocok, dan itu tidak apa-apa.
Prosesnya: kami buatkan contoh tampilan beranda gratis dulu tanpa kewajiban. Kalau cocok, DP 50%, kamu cek dan revisi di HP, lalu pelunasan 50% sebelum website tayang dan didaftarkan ke Google. Pembayaran lewat transfer bank.
Mau lihat gambaran untuk jenis usaha tertentu? Ada halaman khusus untuk bengkel, kafe & restoran, toko kue, laundry, dan catering.
Mau tahu total biayanya untuk usahamu?
Ceritakan jenis usahamu lewat WhatsApp. Kami beri saran paket yang pas beserta biaya tahun pertama dan tahun kedua, plus contoh tampilan beranda gratis.